Senin, 05 April 2021

Keseimbangan Dunia Dan Akhirat - Materi Quran Hadits Kelas 8 Semester 2

 

BAB 3

Keseimbangan Dunia Dan Akhirat

 

Pengantar

Dalam menyikapi kehidupan, ada yang hanya menyikapi agar mendapatkan kebahagiaan di dunia tanpa memikirkan bagaimana kehidupan di akhirat. Tetapi ada juga yang menyikapi kehidupan dunia ini agar bahagia di dunia juga bahagia di akhirat.

Orang-orang yang menyikapi kehidupan dunia untuk kehidupan akhirat maka sesungguhnya ia mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Tetapi, sebaliknya orang-orang yang hanya mengejar kepentingan dunia, maka sesungguhnya ia tidak akan mendapatkan kebahagiaan di dunia juga akhirat. Islam mengajarkan bahwa harus seimbang antara dunia dan akhirat. Dunia harus disiapkan untuk menuju hidup yang kekal dan abadi, yaitu akhirat.

Kita sebagai orang islam perlu menyadari bahwa kehidupan dunia adalah sementara. Maka hendaknya menjadikan dunia sebagai jembatan untuk menuju kebahagiaan di akhirat.

 

Hadits 1 – Hadits Riwayat Muslim

عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ كَانَ رسُولُ اللهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  يَقُوْلُ : (( اللَّهُمَّ أصْلِحْ لِي دِيْنِيَ الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي ، وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي ، وَأَصْلِحْ لِي آخِرتِي الَّتي فِيهَا مَعَادِي ، وَاجْعَلِ الحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ ، وَاجْعَلِ المَوتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ ) . رَوَاهُ مُسْلِمٌ.(

1.   Lafal dan Terjemah Hadits.

Artinya : Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi SAW bersabda : “ Ya Allah, perbaiki bagiku agamaku yang menjadi penjaga urusanku, dan perbaiki bagiku duniaku yang di dalamnya ada pnghidupanku, dan perbaiki bagiku akhiratku yang ke sana tempat kembaliku, dan jadikanlah hidup ini selalu menambah kebaikan bagiku, dan jadikanlah kematian sebagai kebebasanku dari kejahatan” (HR. Muslim)

2.   Penjelasan atau Kandungan Hadits

Allah Swt. adalah tempat meminta dan teempat bergantung. Tempat berkluh kesah dari segala masalah. Tempat mencurahkan resah dan gundah setiap hambanya. Dalam kondisi seperti itu maka berdoalah kepada-Nya.

Hadits Riwayat Muslim dari Abu Hurairah tersebut mengisyaratkan lima hal penting yang harus menjadi permohonan kepada Allah dalam doa-doa kita.

1.   “Ya Allah perbaiki bagiku agamaku yang menjadi penjaga urusanku”.

Ini mengisyaratkan betapa pentingnya berpegang teguh pada agama Allah. Jika agama seseorang rusak, maka rusak pula kehidupannya, baik di dunia maupun di akhirat. Dan begitu pula jika agamanya baik, maka baik pula khidupan kehidupannya di dunia dan akhirat.

Dengan demikian maka selayaknya lah kita memohon agar selalu dapat pertolongan Allah dalam perbaikan agama. Dengan semakin baik agama kita, maka menjalankan kehidupan dunia ini pun akan semakin baik.

2.    “Ya Allah perbaiki bagiku duniaku yang di dalamnya ada penghidupanku”.

Ini mengisyaratkan bahwa kita boleh meminta kepada Allah agar urusan dunia menjadi baik. Meminta rezeki yang halal, cukup, dan bermanfaat. Meminta keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Meminta kebutuhan dunia baik sandang, pangan, dan papan serta pekerjaan untuk dekat dengan Allah Swt. meminta ilmu yang bermanfaat untuk menuju akhirat. Sehingga dengan keterkecukupan dunia tersebut menjadi tenang dan tentram.

3.   “Ya Allah perbaiki bagiku akhiratku yang ke sana tempat kembaliku”.

Ini permintaan kepada Allah agar selalu dapat beramal saleh sampai ajal menjemput. Apapun yang kita miliki, mintalah kepada Allah agar dapat menghantarkan kita ke kebahagiaan akhirat.

4.   “Ya Allah jadikanlah hidupku ini selalu menambah kebaikan bagiku”

Ini permintaan agar umur yang Allah berikan dapat di gunakan untuk selalu berbuat baik. Dapat melaksanakan ibadah baik langsung kepada Allah melalui shalat, puasa, dan haji ataupun melalui sesama manusia dengan infak dan sedekah.

5.   “Ya Allah jadikanlah matiku sebagai kebebasanku dari kejahatan”

Dalam doa ini berisi harapan agar ketika kematian tiba Allah membebaskan, memaafkan atas kejahatan, kesalahan,kekeliruan selama hidup di dunia. Dengan datangnya kematian benar-benar dapat kembali kepada Allah dengan husnul khatimah. 

 

 

Sumber : Buku Quran Hadis Kelas 8 Modul Taqwa

 

Rabu, 24 Maret 2021

LAFAL, TERJEMAH DAN KANDUNGAN Q.S. ALI IMRAN AYAT 148

 

Q.S. ALI IMRAN AYAT 148

LAFAL, TERJEMAH DAN KANDUNGAN

 


Kandungan atau Penjelasan Ayat

 

QS. Ali Imran ayat 148 menjelaskan bahwa orang-orang yang ikhlas, sabar dan tetap berjuang di jalan Allah, maka Allah Swt memberikan balasan di dunia dan pahala kebaikan di akhirat.

Oleh karena itu orang-orang yang beriman hendaklah bersyukur dan bersabar dalam setiap keadaan. Bersabar dan bersyukur akan membentengi diri dari pelaku materialistis, hedonis dan konsumtif. Mereka yang beriman akan selalu ikhlas menjalani kehidupan sesuai perintah Allah. Mereka yakin tidak ada yang menjadi tujuan hidup kecuali keridhaan Allah.

 

Baca Juga : Materi Tajwid Kelas 8 MTs.

 

Rangkuman Materi Bab 2 Meraih Bahagia Dunia dan Akhirat

Q.S. Al-A’la ayat 14-19, Q.S. Al-Qashash ayat 77 dan Ali Imran ayat 148 :

 

1. Orang-orang yang beriman akan mendapat balasan kebahagiaan dunia dan akhirat.

2. Orang-orang yang beriman selalu mengingat Allah dengan mendirikan salat.

3. Orang-orang yang tidak beriman lebih mementingkan kehidupan dunia dengan berperilaku; materialistis, hedonis dan konsumtif.

4. Allah mengingatkan bahwa kehidupan akhirat itu lebih utama.

5. Anugerah yang telah Allah berikan harus digunakan untuk menuju kehidupan akhirat.

6. Dari sebagian rezeki, kita harus berbuat baik kepada orang lain sebagai tanda syukur kepada Allah.

7. Kita dapat memenuhi kebutuhan pokok sandang, pangan, papan dengan rezeki Allah, tetapi jangan boros dengan berlaku hedonis dan konsumtif.

8. Harta yang Allah anugerahkan jangan digunakan untuk berbuat kerusakan di bumi.

9. Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.  

(Sumber:Buku Alquran Hadis Kelas 8 MTs. Modul Taqwa)

 

Keterangan mengenai QS. Ali 'Imran
Surat Ali 'Imran yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat Madaniyyah. Dinamakan Ali 'Imran karena memuat kisah keluarga 'Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa a.s., persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam a. s., kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri 'Imran, ibu dari Nabi Isa a.s. Surat Al Baqarah dan Ali 'Imran ini dinamakan Az Zahrawaani (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa a.s., kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. dan sebagainya.

Baca Juga Tentang : Materi Quran Hadis Kelas 8 MTs Sem 2

Hukum Bacaan Mad

Pengertian dan Contoh Mad Silah Qasirah

Pengertian dan Contoh Mad Silah Tawilah

Pengertian dan Contoh Mad Badal

Pengertian dan Contoh Mad Tamkin

Pengertian dan Contoh Mad Farqi

 

Meraih Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Lafal,Terjemah dan Kandungan Q.S. Al-A’la Ayat 14-19

Lafal,Terjemah dan Kandungan Q.S. Al-Qashash Ayat 77

Lafal, Terjemah dan Kandungan Q.S. Ali Imran Ayat 148

 

Keseimbangan Dunia dan Akhirat

Hadis Riwayat Muslim 1 dan 2

 

Pengertian Mad Silah dan Contohnya

Tuanbaru : Pengertian Mad Silah dan Contohnya

 

HUKUM BACAAN MAD SILAH

 


1.  Pengertian Mad Silah

    Pengertian secara bahasa, mad artinya panjang, dan silah artinya hubungan.

Sedangkan pengertian mad silah secara istilah ilmu tajwid ialah mad yang terjadi karena adanya ha’ dhamir. 

 

2.  Macam-macam Mad Silah

Mad silah dibedakan menjadi dua macam, yaitu mad silah qasirah (pendek) dan mad silah thawilah (panjang).

 

a.    Mad Silah Qasirah (pendek)

Pengertian secara bahasa, mad artinya panjang, silah artinya hubungan dan qasirah artinya pendek.

Sedangkan pengertian mad silah qasirah secara istilah ilmu tajwid ialah jika ha’ dhamir berada setelah huruf berharakat hidup, tidak dihubungkan atau sambung dengan huruf sesudahnya dan tidak disertai huruf hamzah.

Jadi, hukum bacaan mad silah qasirah harus memenuhi tiga syarat sebagai berikut :

a)    Ha’ dhamir berada setelah huruf berharakat hidup. Jika berada setelah huruf berharakat sukun, maka ha’ dhamir tidak boleh dibaca mad atau tidak boleh dipanjangkan. Contoh :

b)   Ha’ dhamir tidak dihubungkan atau tidak tidak dibaca sambung dengan huruf sesudahnya. Jika dibaca sambung, ha’ dhamir tidak boleh dibaca mad atau tidak boleh dipanjangkan. Contoh :

c)    Ha’ dhamir tidak disertai dengan huruf hamzah atau sesudah ha’ dhamir tidak ada huruf hamzah. Apabila ada huruf hamzah sesudah ha’ dhamir maka hukumnya mad silah thawilah. Contoh :

 

Baca Juga : Pengertian Mad Aridh Lissukun dan Contohnya

 

b.    Mad Silah Thawilah (panjang)

3.  Contoh Bacaan Mad Silah

 

 

 

Baca Juga Tentang : Materi Quran Hadis Kelas 8 MTs Sem 2

 

Hukum Bacaan Mad

Pengertian dan Contoh Mad Silah Qasirah

Pengertian dan Contoh Mad Silah Tawilah

Pengertian dan Contoh Mad Badal

Pengertian dan Contoh Mad Tamkin

Pengertian dan Contoh Mad Farqi

 

Meraih Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Lafal,Terjemah dan Kandungan Q.S. Al-A’la Ayat 14-19

Lafal,Terjemah dan Kandungan Q.S. Al-Qashash Ayat 77

Lafal, Terjemah dan Kandungan Q.S. Ali Imran Ayat 148

 

Keseimbangan Dunia dan Akhirat

Hadis Riwayat Muslim 1 dan 2

 

Tuanbaru / My Blog

Lirik Syair Shalli Wasallim - Cover Ummi Mahya

 Lirik Syair Shalli Wasallim Cover : Ummi Mahya Penulis : Khairani Lihat Video صل وسلم داٸما علی احمد والال والاصحاب من قد وحد  Telah lama h...